2. TANPA KELAPARAN

2. TANPA KELAPARAN

Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur - 2023

: Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat

: Kabupaten/Kota

: 2023-08-07

: Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dan mengubah pola pikir masyarakat tentang diversifikasi pangan perlu dilakukan promosi dengan melakukan gerakan/kampanye diversifikasi pangan, dimana dalam pelaksanaannya kegiatan ini ingin mengangkat eksistensi penganekaragaman konsumsi pangan di masyarakat agar masyarakat lebih mengenal tentang pangan yang beranekaragam, terutama pangan lokal dan bagaimana mereka dapat mengonsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman. Secara lebih luas, promosi melalui gerakan diversifikasi pangan melibatkan seluruh stakeholder terkait dan memanfaatkan channel yang sudah berkembang di masyarakat agar dapat terinternalisasi dengan baik kepada khalayak serta diharapkan dapat meningkatkan pamor produk pangan lokal yang saat ini sudah cukup banyak hadir dimasyarakat, namun belum terinfokan kepada masyarakat luas, terutama investor.Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dan mengubah pola pikir masyarakat tentang diversifikasi pangan perlu dilakukan promosi dengan melakukan gerakan/kampanye diversifikasi pangan, dimana dalam pelaksanaannya kegiatan ini ingin mengangkat eksistensi penganekaragaman konsumsi pangan di masyarakat agar masyarakat lebih mengenal tentang pangan yang beranekaragam, terutama pangan lokal dan bagaimana mereka dapat mengonsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman. Secara lebih luas, promosi melalui gerakan diversifikasi pangan melibatkan seluruh stakeholder terkait dan memanfaatkan channel yang sudah berkembang di masyarakat agar dapat terinternalisasi dengan baik kepada khalayak serta diharapkan dapat meningkatkan pamor produk pangan lokal yang saat ini sudah cukup banyak hadir dimasyarakat, namun belum terinfokan kepada masyarakat luas, terutama investor.

: Proses Pelaksanaan (strategi, pihak terlibat, penerima manfaat, dll) : 1) Gerakan Diversifikasi Pangan dilaksanakan dalam rangka promosi dan sosialisasi penganekaragaman pangan kepada masyarakat di daerah (provinsi) yang mencakup: • Penyiapan materi dan bahan promosi • Gerakan diversifikasi pangan, untuk aneka produk olahan pangan lokal dengan memanfaatkan produk hasil kegiatan Pengolahan Pangan Lokal berbasis Pengembangan Industri Pangan Nasional (PIPN) di wilayah yang telah berhasil mengembangkannya dan mengganti nasi dari beras dengan nasi dari beras analog (sagu/mocaf/jagung/ubi ungu/dll) dan atau dengan mie yang terbuat dari pangan lokal setempat. • Gerakan pengenalan menu B2SA dan Gerakan/kampanye sejenis. 2) Sosialisasi, Advokasi, Koordinasi, Pembinaan, dan Monitoring Evaluasi Penganekaragaman Konsumsi Pangan dilakukan dalam rangka pemantapan dan penguatan kegiatan dalam bentuk rapat koordinasi, pemantauan dan monitoring.

: Hasil yang diharapkan yaitu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA) sehingga dapat menerapkan pola konsumsi pangan tersebut di dalam kehidupan sehari-hari.

: Jika masyarakat dapat menerapkan pola konsumsi pangan diharapkan dapat meningkatkan skor Pola Pangan Harapan (PPH) dari aspek konsumsi dan dapat mengurangi jumlah angka stunting di Provinsi Kalimantan Timur serta meningkatkan kesehatan masyarakat di Provinsi Kalimantan Timur

: Sejauh ini pemanfaatan pangan lokal hanya sampai pada tahapan menjadi bahan dasar berbentuk tepung-tepungan untuk kudapan. Kedepannya diharapkan dapat mensubstitusi atau mengganti beras dan terigu. Melalui teknologi pengolahan pangan dapat dikembangkan “nasi non beras” yang dapat disandingkan dengan “nasi beras” sebagai menu makan utama dalam pola makan sehari-hari serta mendorong dan mengembangkan penganekaragaman pangan khususnya berbasis tepung bahan baku lokal dan pengembangan pengolahan tepung lokal menjadi pangan ”intermediate” berbasis sumberdaya lokal.

: Untuk itu perlu upaya untuk mendorong penyediaan bahan pangan lokal sumber karbohidrat selain beras dan terigu dalam mendukung pola konsumsi pangan yang beragam dan bergizi seimbang. Dengan demikian diharapkan pola konsumsi masyarakat dapat kembali kepada budaya dan potensi sumber pangan setempat, sehingga pemilihan komoditas pangan yang akan dikembangkan melalui penyediaan teknologi pengolahan yang lebih modern mengacu kepada potensi dan kebutuhan wilayah setempat. Hal lain yang tidak kalah penting perlu dilakukan adalah upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dan mengubah pola pikir masyarakat tentang diversifikasi pangan.

: Kegiatan ini akan dilaksanakan setiap tahun untuk mengubah pola pikir masyarakat tentang diversifikasi pangan